Cara Hadapi Kritik dengan Tepat!

Siapa yang senang di kritik? Saat di kritik, entah benar atau tidak, wajah dan hati kita pasti langsung panas. Kritik bisa membuat kita merasa terluka, kesal, atau tidak terima. Apalagi jika Anda dipanggil khusus ke ruang rapat untuk mendengarkan kritikan tersebut. Anda merasa dikeroyok, sehingga tidak berdaya. Bila kritikan yang disampaikan tersebut benar, ada kalanya kita malah merasa begitu kecewa dan gagal, sehingga akhirnya mempengaruhi hasil kerja.

Lantas bagaimana cara menghadapi kritik itu sendiri dengan tepat ? Hal ini harus kita hadapi. Dengan di kritik, tidak berarti karier kita habis. Kita justru diberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Nah, bila Anda menerima kritik, hal-hal berikut ini dapat Anda lakukan:

1. Renungkan lagi.

Kadang-kadang kita merasa tersinggung dengan kritik justru karena kita tahu kritik tersebut memiliki dasar yang jelas. Bila hal ini terjadi, tarik nafas dalam-dalam, lalu coba renungkan lagi. Hanya karena Anda membuat kesalahan dan harus memperbaikinya, bukan berarti Anda seorang loser. Seringkali rasa terluka atau rasa bersalah akibat dikritik itu tidak terlalu menyakitkan bila kita tidak bersikap defense.

2. Akui bahwa hal itu menyakitkan.

“Ya ampun, memang konsepku kurang matang, ya? Ya sudah, coba aku perbaiki.” Kejujuran Anda ketika dikritik justru akan menunjukkan kematangan Anda.

3. Tak usah langsung bereaksi.


Akan lebih baik jika reaksi pertama Anda adalah mendengarkan dulu, dan mengatakan, “Oh, begitu ya? Nanti aku matangkan lagi konsepnya, mudah-mudahan besok bisa selesai.” Banyak dari kita yang begitu hanyut dalam sensitivitas yang dalam, sehingga butuh waktu untuk mengenali apa yang sebenarnya kita rasakan. Jadi, ambillah waktu untuk berpikir dulu sebelum Anda bereaksi keras yang mungkin malah membuat Anda menyesal belakangan.

4. Kembalilah ke masalah tersebut.


Jika Anda menyesal telah mengatakan sesuatu, atau tidak mengatakan sesuatu yang seharusnya Anda katakan, lontarkan kembali topik tersebut meskipun pembahasan mengenai hal tersebut sudah berlalu. “Saya berpikir lagi tentang apa yang Bapak katakan, dan saya hanya ingin Bapak tahu bahwa saya….” Mengemukakan hal ini akan menghilangkan ganjalan di hati Anda.

5. Bersimpatilah pada pengkritik Anda.


Karena hal ini bisa mencairkan situasi. Bagi sebagian orang, memberikan kritik sama sekali tidak menyenangkan. Bila hal ini terdengar keras untuk Anda, sebenarnya hal ini juga tidak nyaman bagi dia saat menyampaikannya.

6. Pertimbangkan sumbernya.


Siapa yang menyampaikan kritik tersebut, dan apa motivasi mereka? Jika Anda merasa telah dikritik tanpa dasar, maka Anda perlu menyampaikannya. Hal ini memang sulit, karena Anda pasti akan dianggap defensif. Bila ini yang terjadi, tak perlu langsung bereaksi (kembali ke poin 3). Pikirkan kembali hal-hal yang menjadi pembelaan Anda, dan berikan bantahan yang menunjukkan kekuatan Anda. “Saya sudah berhasil menekan pengeluaran, kok, buktinya… (jelaskan apa yang sudah Anda lakukan)”.

7. Ketahui hak-hak Anda.


Kadang-kadang keabsahan bisa dipertimbangkan. Perusahaan mungkin sedang bermasalah. Jika Anda sedang sial, mungkin PHK adalah konsekuensinya. Namun Anda bisa mempertanyakan hak-hak Anda, misalnya, atasan seharusnya memberikan surat peringatan lebih dulu. Atau, Anda baca kembali “buku putih” perusahaan untuk mengetahui apakah tindakan Anda patut diberi ganjaran sebesar itu. Anda juga memiliki hak untuk diperlakukan dengan respek, tak peduli betapa parahnya situasi Anda. Kritik yang disampaikan tanpa kepedulian adalah tindakan tidak bertanggung jawab.

8. Minta pengukuran yang spesifik.


Jika Anda diminta untuk melakukan perbaikan atau peningkatan hasil kerja, Anda bisa menanyakan pengukuran secara spesifik. Anda tidak bisa memenangkan balap lari bila tidak ada garis finish-nya bukan? Bersikaplah tekun, dan selalu memastikan kepuasan bersama.

9. Katakan terima kasih.


Benar atau salah kritik yang disampaikan kepada Anda, sampaikan terima kasih. Bagaimana pun, hal ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk belajar dan merenung kembali.

10. Sembuhkan luka-luka Anda.


Memar di tubuh tentu membutuhkan kantong es atau mandi air panas. Jadi, manjakan diri Anda untuk recovery. Dengan demikian, Anda bisa menghadapi hari yang baru dengan semangat baru. Percayalah bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat diatasi.



Artikel Terkait:

1 comments:

Nongkrong Area February 3, 2010 at 5:46 AM  

mantab sekali ilmunya ... bagus banget artikelnya ... defan setuju banget

Tips Menghindari Penipuan Berkedok Asuransi

Pemilik (Cadangan) Emas Terbesar Dunia, Indonesia Di nomor 37

Mengintip Tips Perjalanan Para Eksekutif Bisnis

Blue Ocean Strategy

Tips Membeli Emas Batangan, Emas Perhiasan & Emas Putih

Sales People: Amatir VS Professional

7 Kesalahan Terbesar dalam Marketing

Keterampilan Dasar Sales: Sudahkah Anda Miliki?

10 Konsep Marketing untuk Usaha Kecil

Peluang Usaha di Tahun 2010 yang Bakal Exis

8 Point Sederhana untuk Merebut Peluang Bisnis

9 Langkah Sukses Entrepreneur

10 Cara Efektif Mengurangi Hutang-Hutang Anda

Wanita-Wanita Berpengaruh dalam Bisnis

Kiat Sukses Usaha Waralaba

Bagaimana Mendanai Usaha?

Mengapa Hanya Sedikit Orang yang Sukses ?

Investasi di Bisnis Online, Kenapa Tidak?

Tak Takut Kaya, Tak Takut Miskin

Membuat Pelanggan Senang Berbelanja di Toko Anda

Tips Meningkatkan Pendapatan Adsense

Kunci Menuju Great Customer Service

Menciptakan Service Excellence Untuk Layanan Online

4 Kunci Utama dalam Melayani Pelanggan

Mengenali Faktor-faktor Kepuasan Pelanggan

Cara Memasarkan Produk Bisnis Online

Tips Bisnis Online Pemula :)

Tips Memulai Usaha Makanan

Tips Membangun Bisnis Cafe

Karakteristik Pengusaha Sukses

7 Tips Menjalankan Peluang Usaha Rumahan

Sukses Mengelola Wirausaha/Bisnis Online

Tips Cerdas dan Aman Memilih Asuransi

Tips Ampuh Menghapus Hutang Kartu Kredit

Tips Cerdas Menjadi Seorang Jutawan

5 Aspek Kesuksesan

5 Hukum Investasi Sepanjang Masa

Usaha Dengan Modal di Bawah 1 Juta

Pilih Investasi yang Menguntungkan

Inilah Siklus Karir Anda

4 Modal Menjadi Entrepreneur (Ternyata Bukan Uang)

Bagaimana Menjadi Komunikasi Yang Handal

Bodoh VS Pintar ala Bob Sadino

Contoh Usaha Mandiri

Apakah Mimpi Anda di Dalam Hidupmu?

How To Start a Business

Pilih Cara Mana Menerjuni Dunia Bisnis?

Memulai Usaha Sendiri

Cara Mem-Franchise-kan Usaha Anda